Media Kapas Iqra

Refleksi Hari Kemerdekaan: Merawat Kebangsaan di Tengah Dinamika Zaman

Redaksi: kapasiqra.com | August 14, 2024

Penulis: M. Rusdi, S.Pd., M.Pd. (Dosen Pend. Sosiologi, Univ. Iqra Buru)

OPINI– Hari Kemerdekaan adalah tonggak bersejarah yang senantiasa mengingatkan kita pada perjuangan panjang bangsa Indonesia untuk meraih kebebasan dari penjajahan. Setiap tanggal 17 Agustus, kita merayakan momen ini dengan semangat yang membara, disertai rasa syukur atas kebebasan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dengan darah dan air mata. Namun, di balik gegap gempita perayaan, penting untuk merenungkan kembali makna sejati dari kemerdekaan dan bagaimana kita sebagai bangsa merawatnya di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

Makna kemerdekaan sejatinya lebih dari sekadar bebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan adalah hakikat hidup yang harus diisi dengan kedaulatan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Dalam konteks modern, tantangan yang dihadapi bangsa ini tidak lagi berupa ancaman fisik dari kolonialisme, melainkan ancaman lain yang lebih halus namun tidak kalah berbahaya, seperti disintegrasi sosial, ketimpangan ekonomi, hingga penjajahan budaya yang datang melalui globalisasi.

Di tengah tantangan tersebut, perayaan Hari Kemerdekaan harus menjadi momen refleksi bagi setiap warga negara untuk mengukur sejauh mana kita telah berhasil mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Apakah nilai-nilai Pancasila, yang menjadi dasar negara, masih menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari? Apakah kita telah berhasil membangun masyarakat yang adil dan makmur, seperti yang dicita-citakan dalam Pembukaan UUD 1945?

Selain itu, Hari Kemerdekaan juga seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan kembali semangat nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda. Generasi muda adalah penerus perjuangan, dan tanpa pemahaman yang mendalam akan sejarah dan makna kemerdekaan, ada risiko mereka akan terjebak dalam sikap apatis atau bahkan mengabaikan nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, pendidikan sejarah dan pembinaan karakter kebangsaan harus terus diperkuat agar generasi muda memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh.

Namun, kita juga perlu waspada terhadap fenomena perayaan yang hanya menonjolkan sisi seremonial tanpa menyentuh esensi. Merayakan kemerdekaan tidak hanya tentang mengibarkan bendera atau mengadakan lomba-lomba, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama membangun bangsa yang lebih baik. Ini adalah waktu untuk mempererat persatuan, memperbaiki kesalahan, dan berkomitmen untuk terus bekerja keras demi kemajuan Indonesia.

Di akhir perenungan ini, kita diingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah hasil akhir, melainkan sebuah perjalanan panjang yang harus terus diisi dengan kerja keras dan pengorbanan. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan ini. Dengan semangat gotong royong dan rasa cinta tanah air yang tulus, kita dapat memastikan bahwa kemerdekaan Indonesia tetap bermakna dan relevan bagi setiap generasi.

Mari jadikan Hari Kemerdekaan sebagai momen untuk merawat dan memperkuat kebangsaan, demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang.(*)

Berita Terbaru

Video Terbaru

Banner tidak ditemukan.

Berita Lainnya

Fenomena Generasi Muda Pulau Buru Memilih Studi di Luar Pulau: Tantangan dan Harapan untuk Pendidikan Lokal”

Fenomena Generasi Muda Pulau Buru Memilih Studi di Luar Pulau: Tantangan dan Harapan untuk Pendidikan Lokal”

Penulis: Dr. Risman Iye, M.Hum. (Dosen Prodi Sastra, Univ. Iqra Buru) OPINI- Pulau Buru, bagian dari Provinsi Maluku, merupakan salah satu

Bingung Memilih Prodi di FAI Uniqbu? Ini dia, Prodi yang Bisa Menjadi Pertimbangan

Bingung Memilih Prodi di FAI Uniqbu? Ini dia, Prodi yang Bisa Menjadi Pertimbangan

BURU- FAI Uniqbu adalah salah satu Perguruan Tinggi yang berada dibawah naungan LLDIKTI Wilayah XII, yang juga berada dalam naungan Kemenag

Manuver Politik Penyebab Mahkamah Konstitusi Makin Tidak Dipercaya Publik

Manuver Politik Penyebab Mahkamah Konstitusi Makin Tidak Dipercaya Publik

Diskursus tentang pemilu dengan sistem proporsional terbuka dan tertutup belakangan santer terdengar di berbagai media. Hal itu tidak terlepas dari

Pra Semiloka MBKM Prodi KPI UNIQBU, Ini Mata Kuliah Tambahan Ciri Khas Program Studi

Pra Semiloka MBKM Prodi KPI UNIQBU, Ini Mata Kuliah Tambahan Ciri Khas Program Studi

PENDIDIKAN- Kurikulum adalah organ inti dalam suatu Program Studi di Perguruan Tinggi, yang menentukan arah dan kualitasnya. Semiloka Merdeka Belajar

PKN: PN Tidak Bisa Putuskan Penundaan Pemilu

PKN: PN Tidak Bisa Putuskan Penundaan Pemilu

Terkait putusan PN Jakarta Pusat yang salah memutuskan penundaan Pemilu sampai Juli 2025. Sebab Pengadilan Negeri (PN) tidak memiliki kewenangan

Dilaporkan Dosen Unhas Lecehkan 4 Mahasiswi

Dilaporkan Dosen Unhas Lecehkan 4 Mahasiswi

MAKASSAR- Empat mahasiswi semester akhir di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, mengaku menjadi korban pelecehan seksual di dalam kampus. Ia melaporkan

SKK Uniqbu Siap Gelar “Nuansa Seni”

SKK Uniqbu Siap Gelar “Nuansa Seni”

Penulis: Abd. Rasyid Rumata, S. Sos.I., M.Sos.I. (Dosen Prodi KPI, Univ. Iqra Buru) OPINI- Perguruan tinggi apapun dan dimanapun, tentu tidak

SAH!!! PKN Jadi Peserta Pemilu 2024

SAH!!! PKN Jadi Peserta Pemilu 2024

Rabu Tanggal 14/12/2022 Rapat pleno Nasional berlangsung di KPU RI untuk penetapan partai politik peserta pemilu 2024. Dari 9 Parpol

OPINI: Cuaca Ekstrim di Bulan Maret 2024

OPINI: Cuaca Ekstrim di Bulan Maret 2024

Penulis: Samsidar Sapsuha (Mahasiswa Prodi KPI Univ. Iqra Buru) OPINI- Di wilayah kepulauan pulau Buru dalam bulan ini sedang di

Meningkatkan Kualitas Pengajaran, Prodi PAI Uniqbu Gelar Praktik Micro Teaching

Meningkatkan Kualitas Pengajaran, Prodi PAI Uniqbu Gelar Praktik Micro Teaching

PENDIDIKAN- Mahasiswa Fakultas Pendidikan Agama Islam di Universitas Iqra Buru, hari ini menyelenggarakan praktik micro teaching sebagai bagian dari persiapan