Media Kapas Iqra

Sejak Lama Aku Jatuh Cinta

Redaksi: kapasiqra.com | September 15, 2024

Penulis: Abd. Rasyid Rumata, S.Sos.I., M.Sos.I. (Dosen Prodi KPI, Uniqbu)

OPINI- Sudah lebih dari ribuan tahun hanya namamu yang kami patrikan. Sudah lebih dari ribuan tahun kisah indahmu tertancap di sanubari. Sudah lebih dari ribuan tahun, mencintaimu tanpa batas waktu, kaulah sang kekasih Allah SWT, kaulah suri teladan manusia terbaik dunia, kaulah Baginda Muhammad Saw

Hari lahir manusia termulia, Rasulullah Muhammad Saw, diperingati se-antero belahan dunia. Gema perayaan bertajuk Maulid Nabi Saw, ada di mana-mana, hingga sangat terasa dalam kebenaran hakiki bahwa beliau tidak wafat, melainkan pergi untuk menanti kedatangan setiap umatnya yang dicintai.

Dalam satu hikayat dikisahkan, ketika para kaum Quraish bertanya kepada Saida Aisyah, “yaa Aisyah, bagaimana akhlak Nabi Muhammad, Saida Aisyah menjawab; akhlak Nabi Muhammad adalah al-Qur’an”. Dikiaskan bahwa al-Qur’an yang bisa berjalan hingga berlari adalah Rasulullah Muhammad Saw.

Kehebatan Baginda Muhammad Saw, dalam berbagai aspek diakui oleh mata dunia, bahkan dalam buku berjudul Filsafat Islam Parenial, Thomas Carley berkebangsaan Inggris beragama Yahudi mengagumi sang Nabi junjungan dengan ungkapan;
1. Muhammad adalah manusia terkuat pertama kali di muka bumi
2. Muhammad merupakan manusia terpintar dan terhebat pertama kali di muka bumi
3. Dan Muhammad adalah manusia super yang belum dia temukan seperti sosok Muhammad

Ungkapan Thomas Carley disebabkan oleh alasan yang tidak terbantahkan, yakni menurutnya berawal dari seorang diri, Nabi Muhammad Saw, mampu memperkenalkan Islam di seluruh dunia dengan cara dakwah yang berbasis Akhlakul Karimah.

Dalam aspek Cinta, Nabi Muhammad merupakan sosok teladan yang mencintai walaupun beliau dibenci, menyayangi walaupun beliau dimusuhi, dan memaafkan walau beliau ada pada pihak yang benar.
Ketulusan dan tinggi cinta beliau kepada umat pengikutnya, hingga saat Allah SWT, memerintah malaikat maut berkunjung untuk mencabut ruh dari jasad beliau, masih terlontar dua kalimat indah, yang saat “saya menulis ini, dalam kondisi haru untuk beliau tercinta ini”.

Sebelum menghembus napas terakhir, Nabiullah Muhammad Saw, menuturkan dengan lembut dua kalimat:
1. Jika ruh tercabut dari jasad itu rasanya sakit seperti 1000 kali teriris oleh pedang yang tajam, maka tumpukkan semua rasa sakit ummatku kepadaku saat kematian menjelang diri mereka, aku ikhlas untuk menanggung rasa sakit semua ummatku, kata Rasulullah pada malaikat
2. Disaat putri tercinta Saida Fatimah Az-Zahra berjaga-jaga disamping Baginda Nabi yang jasadnya mulai melemah menjelang wafat beliau. Terlintas dari bibir harum Rasulullah Muhammad Saw, “ummati ummati ummati”, (ummatku ummatku ummatku). Kalimat ini muncul disebabkan karena kecintaan Baginda Nabi Saw, kepada ummat pengikut beliau.

Aku telah lama jatuh cinta pada beliau, namun cinta beliau teramat sangat tinggi melebihi cintaku.
Ditotehkan dalam historis indah, suatu saat Nabi Saw, duduk bersama para sahabat beliau, seraya beliau bertanya kepada para sahabat; “tahukah kalian, ummat manakah yang sangat mencintaiku ?
Jawab para sahabat, “kami yaa Rasulullah, ragam jawab dari para sahabat. Namun beliau berkata, bukan kalian sahabat-sahabatku, bukan pula mereka yang hidup sezaman denganku.
“Sesungguhnya mereka adalah ummat yang mencintaiku walau tidak berjumpa denganku”, yaitu kita ummat ummat yang hidup di zaman setelah beliau wafat hingga ummat sekarang ini.

Bershalawatlah kepada junjungan Baginda Nabi Muhammad Saw, sebab tanpa syafaat, kita tidak akan mengetahui dari pintu manakah surga itu bisa kita masuki ?

Sallu ‘alannabi Saiyyidina Muhammad my Love __ (@mY)

Berita Terbaru

Video Terbaru

Banner tidak ditemukan.

Berita Lainnya

PKN: PN Tidak Bisa Putuskan Penundaan Pemilu

PKN: PN Tidak Bisa Putuskan Penundaan Pemilu

Terkait putusan PN Jakarta Pusat yang salah memutuskan penundaan Pemilu sampai Juli 2025. Sebab Pengadilan Negeri (PN) tidak memiliki kewenangan

Posisi GUPEM FAI UNIQBU, Siapa yang Layak ?

Posisi GUPEM FAI UNIQBU, Siapa yang Layak ?

BURU- Bertepatan dengan adu gagasan dalam proses penentuan Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas

Tiga Ketua Program Studi UNIQBU, Berkunjung ke SMA Neg.5 Buru, Ada Apa?

Tiga Ketua Program Studi UNIQBU, Berkunjung ke SMA Neg.5 Buru, Ada Apa?

BURU- Menyambut penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2024-2025 Ganjil, Universitas Iqra Buru menurunkan tim sosialisasi penerimaan mahasiswa baru ke berbagai

Pelepasan Pertukaran Mahasiswa Merdeka UNIQBU 2024

Pelepasan Pertukaran Mahasiswa Merdeka UNIQBU 2024

Kabar Buru- UNIQBU melepas 3 mahasiswa yang mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdekan (PMM) yang dilaksanakan di ruang rapat kampus UNIQBU, yang

Menggugat Tuhan di Ruang Eskatologis

Menggugat Tuhan di Ruang Eskatologis

Penulis: Muhammad Mukaddar, S.Ag., MA.Pd. (Dosen FAI, Univ. Iqra Buru) OPINI- Diskursus terkait dengan kata “menggugat”, sudah menjadi satu istilah

Workshop Poltekpel Surabaya, Menghadirkan Dosen Uniqbu Dalam Kuliah Ahli Penyusunan Proposal Hibah Penelitian

Workshop Poltekpel Surabaya, Menghadirkan Dosen Uniqbu Dalam Kuliah Ahli Penyusunan Proposal Hibah Penelitian

Kabar Buru- Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat  (PPPM) Poltekpel Surabaya menggelar kegiatan workshop penyusunan proposal penelitian dan pengabdian kepada

GPS Serahkan Jabatan Ketum PKN ke AU

GPS Serahkan Jabatan Ketum PKN ke AU

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika (GPS) membuat keputusan mengejutkan, Ia berencana menyerahkan jabatan ketua umum partainya

OPINI: Pengurus MUI Di Duga Terlibat Organisasi Yahudi

OPINI: Pengurus MUI Di Duga Terlibat Organisasi Yahudi

Penulis: Sari Rosmana (Mahasiswa Prodi KPI FAI Uniqbu) OPINI- Majelis Ulama Indonesia (MUI) penonaktifan terhadap dua nama yang diduga memiliki keterkaitan

Ujian Skripsi KPI: Mahasiswa Unjuk Kompetensi dalam Komunikasi Dakwah

Ujian Skripsi KPI: Mahasiswa Unjuk Kompetensi dalam Komunikasi Dakwah

PENDIDIKAN- Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Iqra Buru, baru saja melaksanakan ujian skripsi yang menjadi penentu kelulusan

OPINI: Ramadan di 2024, Apa Bisa Lebih Bermakna?

OPINI: Ramadan di 2024, Apa Bisa Lebih Bermakna?

Penulis: M. Rusdi (Dosen Pend. Sosiologi, Universitas Iqra Buru) OPINI- Bulan Suci Ramadan adalah bulan yang paling dinantikan oleh seluruh