Media Kapas Iqra

OPINI: Ramadan di 2024, Apa Bisa Lebih Bermakna?

Redaksi: kapasiqra.com | March 11, 2024

Penulis: M. Rusdi (Dosen Pend. Sosiologi, Universitas Iqra Buru)

OPINI- Bulan Suci Ramadan adalah bulan yang paling dinantikan oleh seluruh umat Islam. Sekarang telah tiba, tentulah sesuatu yang wajar ketika tiba waktunya untuk melakukan refleksi diri, mengenai perbedaan Ramadan yang lalu dengan yang sekarang?

Ketika kembali ke ayat “kutiba‘alaykumus shiyam” (QS 2:183), ternyata masih tetap sama dan tidak ada yang berubah?

Termasuk perdebatan kapan memulai puasa, juga adalah sesuatu yang berulang di setiap tahunnya, serta bisa saya katakan bahwa masih tetap sama dengan tahun kemarin, lantas apa bedanya? Suasana Ramadan saat sahur, sampai berbuka puasa dan melaksanakan shalat tarawih berjamaah juga tetap sama seperti tahun kemarin.

Tahun 2024 menjelang Ramadan, publik dikagetkan. Dengan hal pamer-pameran dari keluarga pejabat/pamer kemewahan, pamer pencitraan di moment pesta demokrasi, dan sebagainya untuk mencari popularitas dan pengakuan dari netizen.

Hal yang demikian apakah bisa berubah? Mungkinkah, kita akan melihat isi medsos akan tergantikan dengan postingan- postingan tentang acara ritual keagamaan di bulan Ramadan?

Dari keluarga yang pamer kemewahan, pamer pencitraan, menjadi pamer kedekatan dengan Tuhan. Adakah sesuatu yang keliru dengan hal ini? Atau memang agama adalah tempat yang paling aman untuk dijadikan tempat persembunyian yang sempurna dalam mencapai suatu hajat dan ambisi demi keuntungan pribadi/keluarga?

Menjelang bulan puasa, publik juga dikagetkan dengan berbagai dugaan kecurangan dalam pesta demokrasi yang dilaksanakan pada Rabu,12 februari 2024, yang memicu berbagai gerakan demonstrasi dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat di berbagai daerah, berbagai kasus korupsi melibatkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Ketua KPK Firli Bahuri, dan kasus-kasus korupsi lainya yang banyak merugikan uang negara. Apakah kasus-kasus ini akan lenyap begitu saja?

Sekali lagi, lantas apa yang bisa membedakan puasa pada hari ini dengan puasa di tahun kemarin?

Dengan demikian, maka pengalaman spiritual apa yang hendak dijalani di bulan suci ini, setelah dikagetkan dengan berbagai peristiwa yang saya uraikan diatas.

Ketika kita ingin mengkaji lebih dalam, terkait beberapa fenomena diatas, maka sumber masalahnya atau penyebab utamanya adalah adanya ketidak mampuan individu untuk menahan diri dari syahwatnya.

Kesombongan, keserakahan, pamer kemewahan dan pencitraan untuk popularitas adalah kategori syahwat yang mesti dikendalikan.

Lalu apa yang mesti menjadi pegangan, agar Ramadan 2024 ini bisa lebih bermakna dan bisa lulus dari ujian dalam mengendalikan syahwat?

Nabi bersabda, “Janganlah kalian mematikan hati dengan terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman. Karena hati itu seperti tanaman, akan mati apabila terlalu banyak disiram air.”

Imam al-Ghazali dalam Minhajul ‘Abidin menjelaskan “perbuatan dan ucapan manusia itu sesuai dengan apa yang dikonsumsinya. Jika yang masuk barang haram, maka yang keluar adalah barang yang haram. Jika masuk barang yang berlebihan, maka yang keluar adalah hal-hal yang berlebihan.”

Bulan puasa di 2024 ini untuk mengingatkan bahwa kemuliaan manusia diraih lewat kemampuan menahan syahwatnya, bukan melampiaskannya. Makan, minum dan seks sebagai naluri dasar manusia juga dipuasakan, bukan dipuaskan. Begitupun dengan panca indera, pikiran dan juga hati.(*)

Berita Terbaru

Video Terbaru

Banner tidak ditemukan.

Berita Lainnya

Refleksi Hari Kemerdekaan: Merawat Kebangsaan di Tengah Dinamika Zaman

Refleksi Hari Kemerdekaan: Merawat Kebangsaan di Tengah Dinamika Zaman

Penulis: M. Rusdi, S.Pd., M.Pd. (Dosen Pend. Sosiologi, Univ. Iqra Buru) OPINI- Hari Kemerdekaan adalah tonggak bersejarah yang senantiasa mengingatkan kita

Konser Seni Budaya Di Kampus Biru, Pejabat Kampus Tak Hadiri

Konser Seni Budaya Di Kampus Biru, Pejabat Kampus Tak Hadiri

BURU- Tak asing lagi di telinga dan mata publik tentang Sanggar Kibar Kreasi (SKK) Universitas Iqra Buru. Sebuah lembaga kemahasiswaan

Dekan FAI UNIQBU Menuju Tanah Suci di Tahun 2025

Dekan FAI UNIQBU Menuju Tanah Suci di Tahun 2025

Penulis: Abd. Rasyid Rumata, S.Sos.I., M.Sos.I. (Dosen Prodi KPI Univ. Iqra Buru) OPINI- Barakallahu Fiiq, spesial untuk Bapak Hasanudin Tinggapi,

SK Reposisi Terbit PKN PIMDA Jambi Gaspol Masuk Etape Ke 3

SK Reposisi Terbit PKN PIMDA Jambi Gaspol Masuk Etape Ke 3

Kamis 30/3/2023 Pimpinan Nasional Partai Kebangkitan Nusantara telah menerbitkan SK Reposisi untuk PIMDA Provinsi Jambi dengan No. 173/SK/Pimnas-PKN/III/2023. Terlihat di

GPS Serahkan Jabatan Ketum PKN ke AU

GPS Serahkan Jabatan Ketum PKN ke AU

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika (GPS) membuat keputusan mengejutkan, Ia berencana menyerahkan jabatan ketua umum partainya

OPINI: KPI Jurusan Terbaik di Uniqbu “Calon Maba Jangan Salah Pilih”

OPINI: KPI Jurusan Terbaik di Uniqbu “Calon Maba Jangan Salah Pilih”

Penulis: Abd. Rasyid Rumata, S.Sos.I., M.Sos.I. (Dosen FAI, Univ. Iqra Buru) OPINI- Periodesasi tahun akademik 2023/2024, Universitas Iqra Buru (UNIQBU)

Debat Cator UNIQBU 2024, Pintu Masuk Penilaian Kelayakan

Debat Cator UNIQBU 2024, Pintu Masuk Penilaian Kelayakan

Oleh: A.R.Rumata, Sos.I.,M.Sos.I. (Dosen Komunikasi Penyiaran Islam, Univ. Iqra Buru) OPINI- Pencalonan Rektor Universitas Iqra Buru (UNIQBU) mulai nampak titik

Pemilihan Dekan FAI UNIQBU, Dua Kandidat Bersaing

Pemilihan Dekan FAI UNIQBU, Dua Kandidat Bersaing

BURU- Pelaksanaan Pemilihan Dekan yang dipaketkan dengan Pemilihan Wakil Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Iqra Buru (UNIQBU) Periode 2024-2028,

Transformasi Pendidikan Nasional dalam Semangat Kemerdekaan: Perbandingan UU Sisdiknas 2003 dan UU Sisdiknas Baru

Transformasi Pendidikan Nasional dalam Semangat Kemerdekaan: Perbandingan UU Sisdiknas 2003 dan UU Sisdiknas Baru

Penulis: M.Faisal Sangadji, SE., M.Si. (Dosen Fakultas Ekonomi UNIQBU) OPINI- Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) No. 20 Tahun 2003 telah

Mahasiswa FAI UNIQBU Sukses Lalui Ujian Skripsi Gelombang ke-I, Pembuktian Kompetensi di Akhir Studi

Mahasiswa FAI UNIQBU Sukses Lalui Ujian Skripsi Gelombang ke-I, Pembuktian Kompetensi di Akhir Studi

PENDIDIKAN- Fakultas Agama Islam, Univ. Iqra Buru, kembali menggelar ujian skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa tingkat akhir,