Media Kapas Iqra

Tahun Baru; Manusia Dalam Jebakan Masa Lalu & Tujuan Hidup

Redaksi: kapasiqra.com | December 28, 2023

Oleh: M. Rusdi, S.Pd.,M.Pd. (Dosen Ilmu Pendidikan Sosiologi, Univ. Iqra Buru)

OPINI– Bapak prokramator, Ir. Soekarno pernah berkata; “jangan pernah melupakan sejarah” yang dikenal dengan istilah Jasmerah. Apa yang dikatakan Bung Karno adalah sesuatu yang benar, namun manusia jika terlalu lama berputar pada sejarah juga merupakan sesuatu yang keliru, sebab kita punya zaman tersendiri untuk kita rintis dan lalui. Terlepas dari hal itu, masa lalu merupakan suatu kenangan yang terkadang dirindukan untuk diulangi kembali. Dan sebaliknya kenangan buruk membuat kita untuk selalu berusaha melupakannya.

Hidup bukan untuk menghabiskan waktu fokus menatap masa lalu, “fokus pada kaca spion tanpa memperdulikan jalan yang ada di depan” akibatnya kegagalan dalam menjalani kehidupan semakin sulit terhidarkan. Moment pergantian tahun baru dapat dijadikan sebagai bahan renungan atau intropeksi diri, bukan untuk meratapi atau terlena dengan prestasi yang telah kita peroleh dimasa lalu.

Keterpurukan  dimasa lalu membuat seseorang takut dalam mengambil keputusan, dampak dari keterpurukan akan menghantui dan menghambat pencapaian dimasa yang akan datang. Seperti yang dikatakan oleh Sigmun Freud; bahwa manusia tidak akan terlepas dari masa lalunya, kejadian masa lalu akan terus membekas dalam pikiran manusia yang mempengaruhi prilaku, emosi dan sikapnya selama bertahun-tahun. Sehingga, Wajar jika pengalaman baik atau buruk di masa lalu akan menentukan cara pandang manusia dimasa yang akan datang.

Dengan demikian, manusia seharusnya mengubah persepsi dan berpikir positif. Dengan berpikir positif, peristiwa buruk yang tidak menyenangkan di masa lalu akan menjadi kenangan dan catatan tersendiri untuk lebih berhati-hati dalam melangkah di masa yang akan datang.

Manusia & Tujuan Hidup

Apa jadinya bila manusia berkeliaran dimuka bumi menjalani hidup tanpa tujuan yang ingin dicapai. Kehidupannya mungkin akan terasa hampa dan berlalu begitu saja seiring berputarnya waktu. Memiliki tujuan ataupun impian berarti merancang masa depan untuk bekerja sesuai dengan keinginan. Dengan adanya tujuan hidup manusia akan semangat dalam melakukan aktivitas, sehingga mampu terdorong untuk melakukan hal-hal yang terbaik di setiap perjalanan hidup yang ia tempuh. Pentingnya membuat tujuan atau impian akan mengantarkan manusia untuk berpikir positif dalam memperoleh kehidupan lebih baik sesuai dengan yang diharapkan.

Pergantian tahun menjadi moment yang tepat untuk melakukan planning, impian yang ingin dicapai di masa depan. Manusia memiliki kemerdekaan dalam berpikir, hasil dari buah pikiran melahirkan mimpi atau tujuan hidup. Sehingga manusia hanya bisa berpikir, berikhtiar dan berdoa untuk proses selanjutnya biarkan Tuhan yang memutuskan karena ada kekuasaan diluar kuasa manusia, ada aturan diluar aturan manusia, meskipun manusia sebagai khalifa di muka bumi (QS. Al-Baqarah;30).

Ketika mengacu pada ukuran umur, proses pergantian tahun baru bertanda bahwa sisa umur manusia semakin berkurang. Karena umur semakin berkurang dan hidup cuma sekali saja, maka kehidupan dunia perlu dinikmati dengan pesta miras, berfoya-foya, menghamburkan harta di tempat-tempat hiburan malam, atau menghabiskan malam tahun baru dengan pacar di tempat-tempat sunyi. Karena kapan lagi kita punya kesempatan kalau bukan dari sekarang “mumpung moment tahun baru”.

Tentunya tidak ada yang sepakat dengan apa yang saya katakan diatas. Karena hal tersebut selain daripada bertentangan dengan ajaran agama, ini juga bertentangan dengan nilai dan norma yang ada pada masyarakat kita. Kebiasaan-kebiasaan tidak baik inilah yang akan menjadi virus baru mengikis moral, yang berakhir pada krisis identitas dan mengubah tatanan nilai pada generasi kita. Sisa umur harus dihabiskan dengan hal-hal positif, yang berguna dan bermanfaat. Hidup harus diukir dan diwarnai melalui prestasi dan karya nyata yang bisa menjadi amal jariah. Jangan biarkan tahun baru berlalu begitu saja, tanpa ada perubahan diri kearah yang lebih baik. Karena setiap perilaku manusia dimasa hidupnya akan diminta pertanggung jawaban di akhirat (QS. Al-Isra; 36). (*)

Oleh: M. Rusdi, S.Pd., M.Pd.

Dosen Ilmu Pendidikan Sosiologi

Universitas Iqra Buru

 

 

 

 

Berita Terbaru

Video Terbaru

Banner tidak ditemukan.

Berita Lainnya

Pemilihan Dekan FAI UNIQBU, Dua Kandidat Bersaing

Pemilihan Dekan FAI UNIQBU, Dua Kandidat Bersaing

BURU- Pelaksanaan Pemilihan Dekan yang dipaketkan dengan Pemilihan Wakil Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Iqra Buru (UNIQBU) Periode 2024-2028,

Refleksi Hari Kemerdekaan: Merawat Kebangsaan di Tengah Dinamika Zaman

Refleksi Hari Kemerdekaan: Merawat Kebangsaan di Tengah Dinamika Zaman

Penulis: M. Rusdi, S.Pd., M.Pd. (Dosen Pend. Sosiologi, Univ. Iqra Buru) OPINI- Hari Kemerdekaan adalah tonggak bersejarah yang senantiasa mengingatkan kita

Mahasiswa FAI UNIQBU Sukses Lalui Ujian Skripsi Gelombang ke-I, Pembuktian Kompetensi di Akhir Studi

Mahasiswa FAI UNIQBU Sukses Lalui Ujian Skripsi Gelombang ke-I, Pembuktian Kompetensi di Akhir Studi

PENDIDIKAN- Fakultas Agama Islam, Univ. Iqra Buru, kembali menggelar ujian skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa tingkat akhir,

OPINI: Program Studi KPI, Antara Harapan & Kenyataan Calon Mahasiswa Baru 2024

OPINI: Program Studi KPI, Antara Harapan & Kenyataan Calon Mahasiswa Baru 2024

Penulis: Riska Dewi Tasalisa (Mahasiswa Prodi KPI Univ. Iqra Buru) OPINI- Program Studi KPI (Komunikasi Penyiaran Islam) memiliki harapan dan

Investasi Rumah di Masa Pandemi Dinilai Masih Menjanjikan

Investasi Rumah di Masa Pandemi Dinilai Masih Menjanjikan

Ekonomi Indonesia yang mulai menggeliat kembali turut dirasakan imbas positifnya oleh sektor properti. Hasil Survey Harga Properti Residensial (SHPR) yang

La Husni Buton Sebagai Akademisi, Optimis Maju Calon Wakil Bupati Buru, Ini Penyebabnya !!

La Husni Buton Sebagai Akademisi, Optimis Maju Calon Wakil Bupati Buru, Ini Penyebabnya !!

PILKADA BURU- Sebagai Akademis (Dosen FAI Univ. Iqra Buru), yang juga sekarang menjabat sebagai Sekretaris Partai PDI Perjuangan di tingkat

OPINI: Fenomena Banjil di Desa Bara, Siapa Mau Help?

OPINI: Fenomena Banjil di Desa Bara, Siapa Mau Help?

PENULIS: Abd Rasyid Rumata, S.Sos.I., M.Sos.I (Dosen Prodi KPI Univ. Iqra Buru) OPINI- Perkampungan bagai lautan, bukan sekedar genangan, justru

Dekan FAI UNIQBU Menuju Tanah Suci di Tahun 2025

Dekan FAI UNIQBU Menuju Tanah Suci di Tahun 2025

Penulis: Abd. Rasyid Rumata, S.Sos.I., M.Sos.I. (Dosen Prodi KPI Univ. Iqra Buru) OPINI- Barakallahu Fiiq, spesial untuk Bapak Hasanudin Tinggapi,

OPINI; Kewaspadaan di Musim Hujan

OPINI; Kewaspadaan di Musim Hujan

Penulis: Wa Narni (Mahasiswa Prodi KPI Univ. Iqra Buru) OPINI- Musim hujan seringkali membawa beragam perubahan cuaca yang ekstrim,mulai dari

Manuver Politik Penyebab Mahkamah Konstitusi Makin Tidak Dipercaya Publik

Manuver Politik Penyebab Mahkamah Konstitusi Makin Tidak Dipercaya Publik

Diskursus tentang pemilu dengan sistem proporsional terbuka dan tertutup belakangan santer terdengar di berbagai media. Hal itu tidak terlepas dari